Ruang Sastra Untuk Pendidikan Indonesia

Monday, 11 April 2016

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Air Kelapa untuk Ibu Hamil dan Kandungan Gizinya
1. Protein; air kelapa memiliki kandungan protein yang tinggi. Kandunganprotein air kelapa adalah 0,72 gram tiap 100 gram air kelapa. Kandungan protein tersebut cukup tinggi mengingat kebutuhan protein manusia rata-rata hanya 1 gram protein per hari.
2. Serat; air kelapa merupakan minuman yang kaya akan serat. Air kelapa setidaknya mengandung 1,1 gram serat tiap 100 gram air kelapa. Manusia memerlukan 18 gram serat per hari. Mengkonsumsi air kelapa cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian anda.
3. Kalsium; air kelapa mengandung 24 mg kalsium tiap 100 gramnya. Mengkonsumsinya mampu memenuhi kebutuhan kalsium harian anda.
4. Antioksidan; air kelapa merupakan minuman yang kaya akan antioksidan. Air kelapa mengandung karbohidrat, magnesium, vitamin C serta B yang berguna sebagai antioksidan. Air kelapa dapat membantu kesehatan ibu hamil.
Air Kelapa untuk Ibu Hamil
1. Antitoksik; air kelapa untuk ibu hamil dapat berguna sebagai penawar racun. Air kelapa mengandung asam lauric yang juga terdapat pada asi. Asam lauric ini dapat menawarkan racun dalam darah sehingga mengurangi timbulnya penyakit untuk ibu hamil maupun bayi yang dikandung.
2. Melancarkan saluran kemih; infeksi saluran kemih sering terjadi pada ibu hamil. Untuk mengatasinya mudah, yaitu dengan meminum air kelapa. Air kelapa baik untuk membersihkan saluran pencernaan sehingga dapat membantu mempercepat keluarnya racun dalam tubuh.
3. Elektrolit alami; air kelapa berfungsi sebagai elektrolit alami. Air kelapa memiliki keseimbangan yang sama dengan darah kita dengan kandungan kalium, protein, mangan, serat serta vitamin C yang berperan untuk menjaga stamina dan daya tahan ibu hamil.
4. Mencegah kram kaki; ibu hamil sering sekali mengalami kram kaki. Kram kaki disebabkan oleh kurangnya kalium. Air kelapa merupakan minuman yang memiliki kadar kalium yang tinggi sehingga mampu mencegah terjadinya kram kaki.
Mitos mengenai air kelapa ternyata memang benar. Air kelapa untuk ibu hamil dapat membantu menyehatkan, ibu dan bayi serta menguatkan kandungan. Air kelapa mengandung banyak zat yang mampu melancarkan proses kehamilan. Air kelapa untuk ibu hamil sangat disarankan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.


BAHAYA DAN MANFAAT KOPI BAGI KESEHATAN

BAHAYA DAN MANFAAT KOPI BAGI KESEHATAN


Kopi termasuk minuman yang digemari oleh pria dan wanita. Minuman konon yang bisa mengurangi rasa kantuk ini sangat umum di masyarakat Indonesia. Bahkan, gerai-gerai kopi sudah menjamur di berbagai sudut kota, hingga di mall.
Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.
Di dalam kopi terkandung kafein, yang merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.
Manfaat Kopi
Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.
Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).
Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.
Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.
Bahaya Kopi
Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah efek ketergantungan.
Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.
Kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.
Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.

10 Fakta Tentang Kopi
Berikut ada 10 fakta tentang minuman kopi
1. Kafein bisa membunuhmu
Terutama jika kamu sangat manikak kopi, yakni menenggak kopi 80-100 cangkir sehari. Jadi jangan coba-coba ya.
2. Kopi bisa juga baik buatmu
Studi membuktikan bahwa kita bisa mendapatkan antioksidan dari kopi, cukup satu atau dua cangkir kopi sehari, sudah bermanfaat. Jika tidak suka kopi, bisa coba teh hitam.
3. kafein bisa meningkatkan gairah seks perempuan
Ini baru terbukti pada tikus percobaan. Menurut ilmuwan, pada manusia kopi dapat meningkatkan pengalaman seksual namun hanya pada mereka yang tidak maniak kopi.
4. Kafein bisa mengurangi rasa sakit
Dosis sedang kopi, setara dengan dua cangkir kopi, mampu meredakan rasa sakit di otot setelah olah raga, demikian menurut sebuah studi kecil. Tapi lagi-lagi ini hanya berlaku buat mereka yang bukan pecandu kopi.
5. Kafein bisa bikin kita begadang
Buat yang ingin melek semalaman akan terbantu dengan kopi. Yang tidak, sebaiknya meminum kopi enam jam sebelum jam tidur agar tidak terganggu jam istirahatnya.
6. Kopi yang dekafein pun mengandung kafein
Walaupun istilahnya dekafein, alias bebas kafein, tetap saja kopi tersebut mengandung kafein. Kalau kita minum 10 cangkir kopi dekafein, sama saja dengan minum satu-dua cangkir kopi kafein.
7. kopi dekafein menggunakan bahan kimia
Untuk mengurangi kadar kafein pada kopi dekafein, digunakan bahan kimia bernama methylene chloride.
8. Kafein itu bukan bagian yang berasa pahit
Banyak orang mengira, makin pahit rasa kopi, makin banyak kandungan kafeinnya. Tidak, sebab kafein bukanlah komponen yang rasanya pahit.
9. Kopi yang bagus tergantung pada pembakaran dan peracikannya
Jika ingin kopi bercitarasa nikmat, maka yang paling menentukan adalah proses pembakaran dan racikannya. Selama pembakaran, minyak yang tersimpan dalam biji kopi akan keluar. Makin banyak minyak ini keluar, makin kuat rasa kopinya. Munculnya kandungan kafein tergantung pada lamanya air berada di bagian dasar. Pembakaran yang makin lama juga menghasilkan kafein makin banyak.
10. Kopi ditemukan oleh kambing
Satu milenium silam, di pegunungan Afrika, sekawanan kambing terjaga semalaman setelah makan biji kopi merah. Sang penggembala memeriksa kenapa itu terjadi dan menemukan bahwa penyebabnya adalah kopi. Sejak itu manusia mulai ikutan minum kopi.


Kandungan Kopi

Kandungan Kopi

Kandungan kimiawi yang terdapat pada kopi. Menyantap segelas kopi dan beraneka kopi adalah aktifitas yang tidak pernah luput dari kehidupan manusia dahulu dan manusia zaman modern saat ini, Namun pernahkan kita berfikir tentang apa saja kandungan yang terdapat didalam kopi yang kita minum? Admin hasbihtc kali ini akan beragi informasi tentang Kandungan Kimiawi Kopi, dimana sebelumnya kami pernah membahas mengenai sejarah kopi, Yuk mari kita simak sedikit info tentang kandungan dari kopi.

Kandungan Kimiawi Kopi
Kopi yang kita minum memiliki kandungan antara lain
1. Kafein
Kafein ditemukan didalam beberapa biji daun dan buah dari beberapa tanaman, kopi adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kafein yang paling sering dinikmati oleh manusia, kafein diklasifikasikan sebagai drug dan diakui aman dalam dosis tertentu, melebihi dosis yang ditentukan akan menyebabkan ketergantungan, dalam konsumsi yang sudah menahun kafein dapat menyebabkan timbulnya penyakit seperti kanker dan masalah gangguan tidur.
2. Air
Air atau H2O adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kopi, kandungan kimiawi kopi yang satu ini adalah bagian yang penting bagi tubuh, karena 70% tubuh adalah air dan meskipun kandungan air didalam kopi terkadang tidak digunakan (dilakukan pengeringan pada biji kopi) namun kandungan air didalam kopi adalah bagian dari senyawa kimiawi kopi.
3. Ethyphenol
Zat yang satu ini mungkin asing bagi kita, namun zat ini seperti adalah aroma khusus pada kopi, zat ini mirip dengan tar dan mengandung pheromone.
4. Quinic Acid
Rasa asam pada kopi ditentukan pada jumlah zat yang satu ini, kadar quinic acid pada kopi terkadang jumlahnya berbeda-beda, zat ini digunakan dalam ilmu kedokteran sebagai bahan pembuatan obat flu.
5. Dicaffeoylquinic Acid
Zat ini adalah salah satu zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Meskipun kadar antioksidan didalam biji kopi tidak sebanyak tumbuhan obat lain, namun kopi adalah salah satu suplayer antioksidan paling banyak dikonsumsi didunia.
6. Dimethyl Disulfide
Pada biji kopi yang masih hijau atau belum dikeringkan dan di sangrai, kandungan senyawa ini termasuk senyawa yang banyak, zat ini lah yang membuat kotoran manusia berbau, mirip dengan senyawa sulfur.
7. Acetylmethylcarbinol
Zat yang satu ini adalah zat yang membuat kopi terasa gurih di lidah, zat ini banyak ditemukan pada mentega.
8. Putrescine
Zat yang dihasilkan oleh bakteri E.Coli ini adalah bakteri yang membuat sesuatu menjadi busuk, zat ini adalah hasil dari pembusukan dari bakteri tersebut.
9. Trigonelline
Zat yang satu ini adalah zat yang dapat melindungi gigi, meski kadang seorang peminum kopi agak hitam gigi nya, namun zat ini yang membuat gigi peminum tidak gampang berlubang.
10. Niacin
Zat yang satu ini adalah senyawa yang kurang baik bagi tubuh, karena senyawa ini dapat menyerap vitamin-vitamin dalam tubuh, sedangkan vitamin sangat dibutuhkan tubuh untuk proses-proses yang ada didalam tubuh, oleh karenanya meminum kopi hanya di anjurkan paling banyak 2-3 kali sehari.



Makalah Tentang Kolesterol KOLESTEROL

Makalah Tentang Kolesterol
KOLESTEROL
LATAR BELAKANG

kolesterol berasal dari bahasa Yunani chole-(empedu) dan stereo (padat), dan akhiran-ol kimia untuk alkohol. Poulletier François de la Salle kolesterol diidentifikasi terlebih dahulu dalam bentuk padat di batu empedu, pada tahun 1769. Namun, itu hanya tahun 1815 yang ahli kimia bernama Eugène Chevreul pondok "cholesterine".
Kolesterol merupakan senyawa lemak yang kompleks. Mayoritas kolesterol dalam tubuh, yaitu kira-kira 80% dihasilkan dari dalam tubuh (di hati). Sisanya (20%) diperoleh dari makanan. Banyak orang menganggap semua kolesterol jahat, padahal kegunaannya juga banyak, di antaranya membuat hormon seks, membentuk dinding sel dan lain-lain.

Kolesterol adalah molekul prekursor penting bagi sintesis Vitamin D dan hormon-hormon steroid, termasuk kortisol hormon kelenjar adrenal dan aldosteron serta hormon seks progesteron, estrogen, dan testosteron, dan turunannya.
Kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kolesterol yang tinggi tidak hanya dialami oleh orang yang bertubuh gemuk, tapi orang yang kurus tidak berarti kolesterolnya rendah. Ini juga dapat menimpa orang-orang yang masih muda. Berbagai kalangan umur, harus berusaha menjalani pola hidup yang sehat agar dapat menjaga kolesterol dalam darahnya tetap normal.
   Kolesterol yang amat sangat kurang juga dapat menyebabkan penyakit kanker karena adanya obat penurunan kolesterol berlebihan tanpa diimbangi dengan mengatur pola makan yang sehat. Sebenarnya yang lebih penting bukan obatnya untuk apakah fungsi obat namun perbanyaklah cara dan gaya hidup sehat itu sendiri.


KOLESTEROL   (CHOLESTEROL)


A.    Pengertian kolesterol 
Kolesterol adalah lemak yang terutama diproduksi dalam hati yang didapat darimakanan, penting untuk menjaga fungsi tubuh supaya tetap baik seperti fungsi hormon dan berperanan penting pada produksi asam empedu. Produksi akanmeningkat jika terdapat kandungan lemak yang banyak dalam.
Jumlah kolesterol dalam tubuh haruslah seimbang dengan kebutuhan. Jika jumlah kolesterol melebihi kebutuhan, kolesterol  LDL (Low-Density Lipoprotein) maka akan timbul penyakit,contoh penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah. Kolesterol membentuk bekuan dan plak yang menyumbat arteri dan akhirnya memutusksn aliran darah ke jantung (menyebabkan serangan jantung) dan ke otak (menyebabkan stroke)
Kolesterol berfungsi yaitu :
1. Salah satu komponen membran sel
2. membentuk garam empedu
3. bahan baku untuk pembuatan hormon steroid, seperti progesteron dan estrogen(pada wanita) dan testosteron(pada laki-laki)

Faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol plasma, diantaranya
:
1.makanan (30%)
2. diet lemak jenuh meningkatkan kolesterol(15 - 20%)
3. asam lemak tidak jenuh menekan pembentukan kolesterol
4. kekurangan hormon tiroid
5. menderita diabetes melitus
6. hormon androgen dapat meningkatkan kolesterol
7. hormon estrogen dapat menurunkan kolesterol
8. pada penderita gangguan ginjal, kolesterol meningkat

Menurut hiotesis lipid
kadar kolesterol abnormal (hiperkolesterolemia)-yaitu, konsentrasi yang lebih tinggi dari LDL dan konsentrasi yang lebih rendah HDL fungsional-yang berkaitan erat dengan penyakit jantung karena mempromosikan pembangunan ateroma pada arteri (aterosklerosis). Proses penyakit menyebabkan infark miokard (serangan jantung), stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Karena darah yang lebih tinggi LDL, terutama LDL konsentrasi yang lebih tinggi dan lebih kecil ukuran partikel LDL partikel, menyumbang proses ini lebih dari kadar kolesterol LDL partikel, [33] partikel LDL sering disebut "kolesterol jahat" karena mereka telah dikaitkan dengan pembentukan ateroma . Di sisi lain, konsentrasi tinggi HDL fungsional, yang dapat menghilangkan kolesterol dari sel dan ateroma,

B.    Kadar kolesterol terbagi menjadi 2 (dua) bagian:


•    kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein), merupakan “kolesterol baik” karena kemampuanny Kadar kolesterol HDL diatas 60 berarti sangat baik. Makin tinggi kadar kolesterol HDL, makin rendah resiko untuk mendapat serangan jantung atau stroke karena kolesterol HDL fungsinya  untuk membersihkan pembuluh darah arteri. Kolesterol jenis ini mengikat ke kolesterol jahat dan membawanya ke liver, dimana ia disaring keluar daRI tubuh.



•    kolesterol  LDL (Low-Density Lipoprotein) atau “kolesterol jahat” yang membuat endapan dan menyumbat arteri. sehingga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Agar lebih mudah mengingatnya, bayangkan saja bahwa huruf L pada LDL adalah “Lousy” yang berarti jelek.  Kadar kolesterol LDL yang baik adalah lebih rendah dari 130, dan semakin rendah, akan semakin baik.

C.     Adapun nilai normal laboratorium untuk kolesterol adalah sebagai berikut:
1.     Kolesterol LDL: Nilai normal kolesterol LDL bergantung kepada jumlah faktor risiko seseorang terhadap PJK (Penyakit Jantung Koroner). Semakin banyak jumlah faktor risikonya, maka semakin rendah. Kolesterol LDL yang harus diturunkan:
* Jika jumlah faktor risiko PJK 0-1 , maka kolesterol LDL < 160 mg/dl
* Jika jumlah faktor risiko PJK > 2, maka kolesterol LDL < 130 mg/dl
* Jika seseorang ada riwayat PJK ataupun Diabetes, maka kolesterol LDL < 100 mg/dl
2.     Kolesterol HDL > 40 mg/dl
3.     Trigliserida 60 - 150 mg/dl
•    merupakan Triester dari gliserol (triasil gliserol)
•     terdapat hampir di seluruh bagian tubuh terutama di jaringan adipose
•     kadarnya dipengaruhi usia, obesitas, dan jenis kelamin
•    enzim yang berpengaruh terhadap metabolisme lemak
> lipoprotein lipase
•    terdapat pada endotel kapiler
fungsinya memecah trigliserida darah menjadi asam lemak dan gliserol
> Hormon Sensitif lipase Interseluler
•    terapat dalam jaringan lemak
4.     Kolesterol Total < 200 mg/dl

D.    Beberapa penelitian menunjukkan kolesterol yang dapat bertindak sebagai antioksidan yaitu:

Lemak hewani adalah campuran kompleks trigliserida, dengan jumlah lebih rendah fosfolipid dan kolesterol. Sebagai konsekuensinya, semua makanan yang mengandung kolesterol lemak mengandung hewan untuk berbagai luasan
sumber makanan utama dari kolesterol termasuk keju, kuning telur, daging sapi, daging babi, unggas, dan udang

    ASI manusia juga mengandung kolesterol jumlah yang signifikan.
Jumlah ini kolesterol dalam sumber makanan nabati umumnya jauh lebih rendah daripada sumber berbasis hewan.
tanaman produk seperti biji rami dan kacang tanah mengandung senyawa kolesterol-seperti yang disebut pitosterol, yang disarankan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol serum.    Jumlah asupan lemak, terutama lemak jenuh dan trans lemak.
E.    Cara-cara mengendalikan kolesterol dalam darah yaitu:


•    Diet
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak dan mengurangi konsumsi daging. Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tak jenuh daripada kandungan lemak jenuh. Minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol, maka ada baiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.


•    Konsumsi makanan berserat

Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol yang ada dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh.
•    Konsumsi antioksidan
Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan seperti jeruk, strawbery, pepaya, wortel, atau labu. Mengkonsumsi bawang putih secara teratur juga dapat menurunkan kadar kolesterol.
•    Hindari alkohol dan merokok

Dengan merokok atau mengkonsumsi alkohol, kolesterol akan mudah menumpuk dalam aliran darah.
•    Olahraga
Berolahraga secara teratur sesuai dengan umur dan kemampuan. Jaga agar berat tubuh Anda tetap ideal.
F.    Hubungan Kolesterol dengan Penyakit Jantung dan Stroke
a.    Hubungan kolesterol dengan penyakit Jantung
Jika jumlah (kadar) kolesterol di dalam darah melebihi batas normal, maka kelebihan ini akan mengendap pada dinding pembuluh darah.
 Endapan ini akan menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dikenal sebagai aterosklerosis (proses pembentukan plak pada pembuluh darah).
 Jika penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, maka suplai darah ke otot jantung tidak cukup, lalu timbul sakit atau nyeri dada yang disebut sebagai angina. Dan bila berlanjut akan menyebabkan matinya jaringan otot jantung yang disebut infark miokard. Jika infark miokard meluas, maka akan timbullah gagal jantung.

Gejala penyakit jantung antara lain:

* Dada seperti tertekan beban berat, terjepit, terbakar dan terjepit. Gejala ini bisa menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung
* Tercekik atau sesak
* Serangan ini biasa berlangsung lebih dari 20 menit.
* Keringat dingin, lemah, berdebar dan bisa sampai pingsan

Gejala-gejala ini akan berkurang dengan istirahat dan bertambah berat dengan aktivitas
b.    Stroke
Jika sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak maka akan terjadi stroke. Gejala serangan stroke tergantung dari derajat serangan, mulai dari yang ringan sampai berat.
Gejala stroke ringan :
* Bicara tiba-tiba jadi pelo
Gejala yang sifatnya berat :
* kelumpuhan anggota gerak tubuh
* wajah menjadi tidak simetris
* jika terjadi perdarahan otak dapat menyebabkan kematian.

G.    Hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol kolesterol yaitu 
:

1.    Kontrol porsi makan dengan menggunakan tangan.

Satu sajian dari daging atau ikan adalah sebanyak yang dapat diletakkan di telapak tangan, satu sajian buah segar adalah sebesar kepalan tangan, dan satu sajian sayur yang sudah dimasak, nasi, atau pasta tidak boleh melebihi jumlah yang dapat digenggam di satu tangan.
2.     Perbanyak makan dengan buah dan sayur 
 lima sampai sembilan sajian per hari – untuk membantu menurunkan kolesterol “jahat” (LDL) dan kurangi karbohidrat. Sisipkan menu ikan sebanyak 2x dalam seminggu.
3.    Bersarapan dengan gandum (Whole Grains),
 karena oatmeal atau sereal whole grain memberikan manfaat sepanjang hari.
4.    Pilih kacang-kacangan sbg camilan
 sehat karena mengandung lemak tak jenuh dalam jumlah tinggi, yang menurunkan kolesterol “jahat” (LDL) tanpa mempengaruhi kadar kolesterol “baik” (HDL).
5.    Lemak tak jenuh,
 seperti yang terdapat dalam minyak canola, minyak zaitun (olive oil), dan minyak safflower, menurunkan kolesterol “jahat” (LDL) dan dapat membantu meningkatkan kolesterol “baik” (HDL).
6.    Lakukan aktivitas fisik
minimal selama 30 menit dan dilaksanakan secara rutin 5 hari per minggu untuk dapat menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
7.     Hindari stress 
karena dapat meningkatkan tekanan darah, menambah risiko terhadap aterosklerosis, yang muncul ketika plak dan kolesterol menumpuk di arteri.
8.    Berkonsultasilah secara rutin dengan dokter terpercaya
 untuk menjaga kesehatan. Patuhi rekomendasinya dalam hal diet, olahraga, dan pengobatan.
KESIMPULAN:
 
Kolesterol adalah lemak yang terutama diproduksi dalam hati yang didapat darimakanan, penting untuk menjaga fungsi tubuh supaya tetap baik seperti fungsi hormon dan berperanan penting pada produksi asam empedu. Produksi akanmeningkat jika terdapat kandungan lemak yang banyak dalam.
Kolesterol yang tinggi tidak hanya dialami oleh orang yang bertubuh gemuk tapi kebutuhan. Jika jumlah kolesterol melebihi kebutuhan, kolesterol  LDL (Low-Density Lipoprotein) maka akan timbul penyakit,contoh penyakit jantung koroner
Kolesterol yang amat sangat kurang juga dapat menyebabkan penyakit kanker
 Kolesterol berfungsi yaitu :
1.    Salah satu komponen membran sel
2.     membentuk garam empedu
3.     bahan baku untuk pembuatan hormon steroid, seperti progesteron dan estrogen(pada wanita) dan testosteron(pada laki-laki)
Kadar kolesterol terbagi menjadi 2 (dua) bagian:
•    kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein),
•    kolesterol  LDL (Low-Density Lipoprotein

Cara-cara mengendalikan kolesterol dalam darah yaitu:

•    Konsumsi makanan berserat
•    Konsumsi antioksidan
•    Olahraga
•    Hindari alkohol dan merokok


Kopi VS Ibu Hamil

Kopi VS Ibu Hamil


 Bagi banyak pasangan suami istri, anak adalah karunia yang dititipkan Tuhan untuk dijaga dan dirawat dengan baik. Anak juga jadi dambaan banyak orang yang sudah menikah. Itulah mengapa berita kehamilan pasti jadi kabar bahagia yang patut dirayakan. 

Itu juga mengapa ibu hamil wajib menjaga kondisi kandungan agar hal-hal buruk yang tidak diinginkan seperti keguguran terjadi. Salah satu faktor yang bisa memperbesar kemungkinan keguguran adalah dari makanan dan minuman. Dan ternyata, minuman yang banyak disukai orang berikut ini termasuk yang cukup bahaya.

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, minum kopi berkafein tinggi 2 kali sehari pada minggu-minggu menjelang  melahirkan ternyata bisa meningkatkan potensi keguguran hingga dua kali lipat. Potensi keguguran juga meningkat jika ibu hamil lebih dari 2 porsi kopi berkafein selama 7 minggu pertama masa kehamilan.

Kafein memang sudah diketahui bisa memperbesar kemungkinan keguguran pada penelitian-penelitian kesehatan sebelumnya, namun yang menjadi berita baru pada penelitian ini adalah konsumsi kopi pada pria ternyata juga menjadi faktor yang mempengaruhi kesehatan istri.
 

Masih belum diketahui secara pasti mengapa kafein memperbesar kemungkinan keguguran, diduga kafein kemungkinan mematikan beberapa gen atau kualitas tertentu pada sperma. Namun para peneliti sudah yakin bahwa konsumsi kafein berlebih memang tak baik untuk kandungan.
 

Kebiasaan minum kopi sebelum hamil juga mempengaruhi masa kehamilan. Jadi sebaiknya kamu berhenti konsumsi kopi jika memang merencanakan untuk hamil. Persiapkan tubuh terlebih dahulu agar bebas kafein, jaga berat tubuh dan perbanyak nutrisi dari makanan.

Bagaimana pun, kondisi kandungan setiap wanita pasti berbeda. Meski bukan berarti kopi bisa buat kamu keguguran begitu saja, namun ada baiknya kamu memperhatikan konsumsi kopi dari sekarang. Please be healthy ya ladies.  


Cara Mengatasi Kolesterol

Cara Mengatasi Kolesterol

Jika Anda pergi ke dokter dan ia memberitahu Anda tingkat kolesterol Anda, Anda biasanya diberitahu JUMLAH kolesterol yang ada dalam darah Anda. Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana kolesterol masuk ke dalam darah Anda? Beberapa kolesterol yang diserap tubuh berasal dari makanan yang Anda makan.
Mengapa tubuh PERLU kolesterol?    
Tubuh manusia membutuhkan kolesterol untuk membuat hormon penting salah satunya hormon estrogen dan testosteron. Selain itu, kolesterol adalah bagian dari pelindung yang mengelilingi saraf dan membran sel lainnya. Kolesterol merupakan zat lemak yang berbentuk seperti substansi.
Makanan apa saja yang mengandung kolesterol?
Makanan yang berasal dari hewan adalah makanan yang HANYA mengandung kolesterol. Seperti daging , keju , susu, dll. Makanan yang berasal dari nabati adalah makanan yang TIDAK mengandung kolesterol. Sebenarnya ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kolesterol darah Anda. Tetapi makanan adalah faktor penting yang banyak berperan dalam meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Sebelum membeli makanan dianjurkan untuk membaca label makanan terlebih dahulu untuk melihat apakah makanan tersebut rendah kolesterol atau tidak. Bagaimana Anda tahu jika produk tersebut rendah kolesterol? Biasanya dikemasan tertulis di INFORMASI NILAI GIZI, makanan tersebut low-fat atau tidak.
Petunjuk per saji untuk kolesterol:
1.      Bebas Kolesterol – Persentase kurang dari 2 mg kolesterol dan kurang dari atau sama dengan 2 g lemak jenuh
2.      Rendah Kolesterol – Kurang dari atau sama dengan 20 mg kolesterol dan kurang dari atau sama dengan 2 g lemak jenuh
3.      Mengurangi ATAU Kurang Kolesterol – Sedikitnya 25% lebih sedikit kolesterol daripada yang asli dan Kurang dari atau sama dengan 2 g lemak jenuh
Lemak jenuh meningkatkan tingkat kolesterol “jahat” LDL dalam darah.
Kadar lemak tak jenuh sebenarnya lebih rendah dari kadar kolesterol LDL. Selain dapat menurunkan kolesterol “jahat” LDL, lemak tak jenuh ganda juga menurunkan kolesterol “baik” HDL.
Untuk manfaat maksimal dan efektivitas, Anda harus terus makan makanan rendah lemak dan kolesterol dan terus berolahraga.
Secara medis, dokter telah menggunakan obat untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai “agen antihyperlipidemic”. Salah satu contoh obat traditional yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah yaitu : rebusan air daun salam, daun salam selain berguna untuk penyedap masakan karena mempunyai zat flavonoid dan tannin yang dapat berfungsi menurunkan kolesterol.
Lima Hal Anda Perlu Tahu Tentang Kolesterol Tinggi
1.      Kolesterol Tinggi Anda Bisa Menjadi Penyebab Kematian Anda.
Kolesterol tinggi adalah faktor risiko yang paling signifikan untuk penyakit jantung koroner. Untuk mencegah hal ini, cari tahu sekarang apakah Anda memiliki kolesterol tinggi. Jika kadar kolesterol Anda tinggi, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkannya.
2.      Apakah Tubuh Anda Butuh Beberapa Kolesterol
3.      Berapa Banyak Kolestrol yang Anda Miliki?
Jika Anda tidak mengetahui tingkat kolesterol darah Anda, Anda perlu untuk mengeceknya. Jadi jika tingkat kolesterol Anda adalah 800, itu berarti Anda memiliki 800 miligram kolesterol dalam setiap sepersepuluh dari satu liter darah. Dan itu berarti anda memiliki tingkat kolesterol yang sangat tinggi. Karena kadar kolesterol normal adalah 200 mg/dL.
4.      Ada 3 Macam Kolesterol.
Jumlah kolesterol total terdiri dari tiga jenis kolesterol:
- Kolesterol LDL, juga dikenal sebagai kolesterol jahat.
- Kolesterol HDL, atau kolesterol baik, dan
- Kolesterol VLDL (yang tidak dianggap begitu penting).
Dokter menyarankan agar Anda menjaga kolesterol LDL Anda tingkat di bawah tingkat kolesterol 100 mg / dL, dan HDL di atas 40 mg / dL.
5.       Anda Bisa Mengurangi Kolesterol Tinggi Anda.
Untuk mengurangi kolesterol total, dokter dan ahli gizi merekomendasikan makan sedikit lemak,dan  makan lebih banyak  makanan yang  mengandung    serat tinggi (seperti oatmeal, misalnya) dan olahraga, misal aerobik yang meningkatkan fungsi kardiovaskular kita.
Kolesterol Merupakan Bahaya yang Tak Terlihat.
Kolesterol tidak lebih dari sebuah asosiasi steroid, lipid dan alkohol yang ditemukan dalam membran sel dari seluruh jaringan tubuh. Hal ini diangkut ke darah dan dapat ditemukan di semua binatang. Kolesterol mempunyai Rumus Kimia kolesterol C27H45OH.
Banyak hal yang telah dikatakan tentang kolesterol. Beberapa dokter hanya menganjurkan diet bebas makanan yang mengandung kolesterol dan beberapa yang lain masih mengijinkan makan makanan dengan kolesterol walaupun dengan kadar tertentu.
LDL dan HDL: apa bedanya?
LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) adalah jenis kolesterol. Masing-masing dengan peran yang berbeda, tetapi mereka semua sama.
Kolesterol LDL adalah yang biasa disebut “kolesterol jahat” karena dalam tingkat tinggi LDL dapat menyebabkan penyakit koroner. HDL adalah yang dianggap sebagai “kolesterol baik”. Ingatlah bahwa semakin tinggi kadar LDL dan semakin rendah kadar HDL dapat menyebabkan arteriosklerosis ( penyempitan pembuluh nadi), sekaligus menjaga tingkat rendah kadar LDL dan HDL yang tinggi membantu mencegah hal tersebut terjadi.
Orang selalu khawatir tentang tingkat normal kadar kolesterol. Berikut ini adalah panduan sederhana untuk kolesterol:
§ Kolesterol total: harus dijaga di bawah 200
§ LDL kolesterol: harus dijaga di bawah 130
§ HDL kolesterol: harus dijaga 60 atau lebih tinggi
Yang paling penting tentang kolesterol, mengabaikan semua angka-angka ini, harus dilakukan dengan hanya menjaga di bawah 200.
Beberapa Hal yang Dapat Mencegah kolesterol tinggi
Orang bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah kolesterol tinggi dari terjadi dan untuk mengurangi kadar kolesterol jika mereka sudah tinggi:
1.      Sering Olahraga
2.      Berhenti merokok
3.      Hindari makanan Junk Food
4.      Makan banyak sayur dan buah segar
5.      Minum jus dan teh BUKAN minuman bersoda
6.      Hindari minuman beralkohol
7.      Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas.
Yang paling penting untuk dilakukan adalah untuk menjaga kolesterol di bawah kontrol. Pepatah mengatakan bahwa “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”.


MAKALAH PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI PENERUS BANGSA YANG BERKARAKTER

MAKALAH




PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI PENERUS BANGSA
YANG BERKARAKTER


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang  telah melimpahkan nikmat dan hidayah-Nya kepada saya sehingga mampu menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan ini.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan selalu memberi dukungan, mereka adalah :
1.        Drs. H. A. Zaenal Abidin, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan yang telah memberikan bimbingan serta arahan dalam mengerjakan makalah ini.
2.        Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan baik secara moral maupun material sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini.
3.        Teman-teman Rombel E yang telah memberikan dukungan serta bantuan.
4.        Semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan makalah ini.
            Makalah ini berisi penjelasan tentang Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi penerus Bangsa yang Berkarakter. Selain tentang teori saya juga menampilkan contoh serta implikasinya dalam kehidupan sehari – hari.
Saya sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milik Yang Maha Sempurna, tetapi usaha maksimal telah saya lakukan dalam penulisan makalah ini. Kritik dan saran akan saya terima dengan tangan terbuka. Saya berharap, semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Serta dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Negeri Semarang.


1 April 2016

Penulis



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... . i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1
B.       Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C.       Tujuan...................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Pendidikan Karakter.............................................................. 3
B.       Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar................................................... 4
1.      Prinsip Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar................................. 5
2.      Tujuan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar ................................ 5
3.      Fungsi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar ................................. 6
4.      Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar............... 7
5.      Dampak Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar............................... 9
C.       Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter................................ 10
D.      Pentingnya Pendidikan Karakter .......................................................... 12
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan ........................................................................................... 14
B.       Saran ..................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 15



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Melihat pendidikan di Indonesia saat ini, ternyata masih belum mendapat hasil yang sebenarnya di inginkan. Buktinya dapat dilihat pada pola pikir anak yang lebih mengedepankan menghafal dari pada memahami suatu materi pelajaran. Tak jarang pelajar lebih mementingkan nilai dari pada ilmu pengetahuannya. Selain itu, Indonesia juga sedang menghadapi masalah berat yang harus dilalui, yaitu terjadinya krisis multidimensi yang berkepanjangan. Masalah ini sebenarnya mengakar pada menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan oleh membudayanya praktek KKN, konflik, meningkatnya kriminalitas, menurunnya etos kerja, dan lain sebagainya. Budaya-budaya tersebut adalah penyebab utama negara sulit untuk bangkit dari krisis ini.
Dalam membentuk karakter yang berkualitas perlu dibina sejak usia dini. Potensi karakter yang baik sebenarnya telah dimiliki tiap manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasanya kelak. Selain itu, menanamkan moral kepada generasi muda adalah usaha yang strategis. Oleh karena itu penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangun bangsa.
Pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembentukan karakter tiap individu. Pendidikan karakter merupakan gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertanggung jawab, dan perduli melalui pemodelan dan mengajarkan karakter baik dengan penekanan pada nilai universal yang disepakati bersama. Ini adalah suatu usaha yang disengaja dan proaktif baik dari sekolah, daerah, dan juga negara untuk menanamkan siswanya pada nilai etika utama.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pendidikan karakter ?
2.      Bagaimana pendidikan karakter di sekolah dasar ?
3.      Bagaimana upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan karakter ?
4.      Apa pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian pendidikan karakter
2.      Untuk mengetahui pendidikan karakter di sekolah dasar
3.      Untuk mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan karakter
4.      Untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter merupakan gabungan dari dua kata, yaitu pendidikan dan karakter. Ki Hadjar Dewantara dalam Kongres Taman Siswa (1930) mengatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak. Sedangkan pada Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual-keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sedangkan istilah karakter secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu “charakter”, yang berarti : watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak.Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai  cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana dalam menanamkan nilai-nilai sehingga terinternalisasi dalam diri peserta didik yang mendorong dan mewujud dalam perilaku dan sikap yang baik. Lickona T (2009) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter.
B.     Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekkan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah, dan tmenegakan kedisiplinan. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.
Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus antara lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga, dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat proses pembentukan tersebut.

1.        Prinsip Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Character Education Quality Standards merekomendaikan sebelas prinsip untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif, sebagai berikut:
a.       Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter.
b.      Mengidentifikasikan karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran, perasaan dan perilaku.
c.       Mengguanakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter.
d.      Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian.
e.       Memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik.
f.       Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua siswa, membangun karakter mereka dan membantu mereka untuk sukses.
g.      Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri para siswa.
h.      Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter yang setia kepada nilai dasar yang sama.
i.        Adanya pembagian kepimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter.
j.        Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter.
k.      Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter, dan manifestasi karakter positif dalam kehidupan siswa.

2.      Tujuan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, dan sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya dalam mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Tujuan pendidikan karakter menurut Puskur (2010) yaitu sebagai berikut :
1.           Mengembangkan potensi kalbu/nurani/ afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
2.           Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
3.           Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
4.           Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan.
5.           Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.
Tujuan pendidikan karakter secara umum adalah untuk membangun dan mengembangkan karakter peserta didik pada setiap jalur, jenis, dan jenjang pendidikan agar dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur menurut ajaran agama dan nilai-nilai luhur dari setiap butir sila pancasila. Selain itu juga untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pendidikan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang.
3.      Fungsi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (kognitif), sikap dan perasaan (afektif), dan tindakan (aksi). Tanpa ketiga aspek ini maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan maka seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan hidup termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Fungsi dari pendidikan karakter dan budaya bangsa menurut Puskur (2010) adalah sebagai berikut :
1.        Pengembangan yaitu pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi yang berperilaku baik.
2.        Perbaikan yaitu memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat.
3.        Penyaring yaitu untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai budaya dan karakter budaya yang bermartabat.
Fungsi pendidikan karakter yaitu menumbuhkembangkan kemampuan dasar peserta didik agar berpikir cerdas, berperilaku yang berakhlak, bermoral, dan berbuat sesuatu yang baik, yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
4.      Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa. Sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral.
Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut :
a.         Optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran.
b.        Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran.
c.         Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia.
d.        Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter peserta didik.
e.         Menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter.
f.         Menjadi figur teladan bagi peserta didik.
Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator. Dalam berperan sebagai katalisator, maka keteladanan seorang guru merupakan faktor mutlak dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik yang efektif, karena kedudukannya sebagai figur atau idola yang ditiru oleh peserta didik. Peran sebagai inspirator berarti seorang guru harus mampu membangkitkan semangat peserta didik untuk maju mengembangkan potensinya. Peran sebagai motivator, mengandung makna bahwa setiap guru harus mampu membangkitkan semangat, etos kerja, dan potensi yang luar biasa pada diri peserta didik. Peran sebagai dinamisator, bermakna setiap guru memiliki kemampuan untuk mendorong peserta didik ke arah pencapaian tujuan dengan penuh kearifan, kesabaran, cekatan, cerdas dan menjunjung tinggi spiritualitas. Sedangkan peran guru sebagai evaluator, berarti setiap guru dituntut untuk mampu dan selalu mengevaluasi sikap atau prilaku diri, dan metode pembelajaran yang dipakai dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik, sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan produktivitas programnya.
Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di dalam menjalani masa-masa belajarnya. Hal ini senada dengan pendapat Moh. Surya (1997) tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru harus berperan sebagai :
a.         Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
b.        Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
c.         Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah.
d.        model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para peserta didik.
e.         Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
Dengan demikian berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks sistem pendidikan di sekolah untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan atau memposisikan diri pada hakekat yang sebenarnya, yaitu  sebagai pengajar dan pendidik, yang berarti disamping mentransfer ilmu pengetahuan, juga mendidik dan mengembangkan kepribadian peserta didik melalui intraksi yang dilakukannya di kelas dan luar kelas.
5.      Dampak Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif, dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Beberapa penelitian bermunculan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership. Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri-St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.
Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia prasekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.
C.      Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter
Terlepas dari berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, serta implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan menjadi :
1.      Olah hati (spiritual and emotional development)
2.      Olah pikir (intellectual development)
3.      Olah raga dan kinestetik  (physical and kinestetic development)
4.      Olah rasa dan karsa (affective and creativity development)
Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Selama ini, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif  tinggi, kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik .
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan melalui bangku sekolah. Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan karakter diantaranya : pendidikan karakter harus mengandung nilai-nilai moral, pendidikan karakter juga harus melibatkan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action, penerapan kurikulum pendidikan karakterpun harus terlaksana, menerapkan konsep DAP (Developmentally Appropriate Practices), menggunakan sistem pembelajaran terpadu yang berbasis karakter, pendidikan karakter harus sesuai dengan tahapan perkembangan moral anak, selain itu juga perlunya kerjasama dengan orang tua murid (co-parenting).
D.    Pentingnya Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter dewasa ini sangat diperlukan dikarenakan saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa. Karakter dalam hal ini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, bepikir, bersikap, dan bertindak. Kebajikan tersebut berupa sejumlah nilai moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, hormat pada orang lain, disiplin, mandiri, kerja keras, dan kreatif.
Pendidikan karakter di nilai sangat penting untuk di mulai pada anak usia dini karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur. Sejatinya pendidikan karakter ini memang sangat penting dimulai sejak dini. Sebab falsafah menanam sekarang menuai hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa. Pada usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age) terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertum¬buhan karakter anak. Setelah keluarga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar.
Anak-anak adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Selain itu pendidikan  karakter mengarah pada pembentukan budaya sekolah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas.
Pendidikan karakter berkewajiban mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter, serta sanggup menghadapi tantangan zaman yang akan datang sesuai dengan moral dan norma yang berlaku. Melalui program ini diharapkan lulusannya memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah. 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pendidikan karakter diartikan sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi generasi penerus yang berkarakter
Pendidikan karakter sangat penting keberadaannya karena dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, maka akan terwujud generasi penerus bangsa yang berkarakter dan tidak diragukan lagi masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan.
B.     Saran
1.        Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
2.        Diharapkan dengan diterapkannya pendidikan karakter di SD dapat membentuk pribadi siswa yang unggul dalam berperilaku dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan moral-moral pancasila dan agama.
3.        Sebaiknya semua guru diberikan pelatihan dan pembinaan dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. Jika pemahaman guru akan konsep pendidikan karakter sudah baik maka diharapkan guru dapat menentukan strategi dan kegiatan yang mampu menumbuhkan nilai karakter dalam diri peserta didiknya.
DAFTAR PUSTAKA
Megawangi, Ratna. 2004. Pendidikan Karakter. Jakarta : Indonesia Heritage Fondation.
Munib, Achmad. dkk. 2012. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang : Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang.
Tirtarahardja, Umar. dkk. 2008. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Maryuni. 2013. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar, online(http://atariuz.blogspot.com/2013/03/pendidikan-karakter-di-sekolah-dasar.html). Diakses 14 November 2014.